Aku Masih Ingin Bermain
Cerita diawali pada pagi hari ini ketika afkar bermain ke rumah temannya seperti biasa inisiatif sendiri bermain ke rumah temannya tanpa didampingi atau diantar ummi atau aki nya (berhubung setiap jumat akinya libur dari kantor jadi bisa menemani afkar dirumah). next dialog;
Afkar : “aki, ummi kakak main dulu ya diluar”
(ngomong pas udah keluar dan pergi begitu saja tanpa pamitan langsung)
Ummi : “kakak mau kemana?sini mandi dulu”
(sambil ngomong dan afkar udah begitu saja pergi)
Setelah lama bermain, menurut aki nya afkar kalo udah main ke rumah tetangga susah banget kalo diajak pulang, dan itu mulai jadi kebiasaan afkar kalo asyik bermain susah diajak pulang. Jam 10.30 saya mencoba menjemput afkar ke rumah temannya, karena aki nya afkar gak mau jemput dan ahnaf pun sementara saya titip ke aki nya afkar. next dialog;
Ummi : “Assalamuallaikum, bapak ibu punteun ini mau jemput afkar”
Bapak tetangga : “oh iya mangga neng masuk”
(sementara masuk hanya di depan pintu saja)
Ummi : “kakak sholeh pulang yuk?”
Afkar : “gak mau, akak masih main”
Ummi : “kita pulang mandi dulu yuk,itu aki mau keluar rumah katanya kakak mau diajak aki”
Afkar : “gak mau iiih”
(udah keasyikan bgt main sampe ummi keabisan kata-kata buat bujuk afkar pulang) dan akhirnya..
Ummi : “kakak sholeh yuk pulang nanti ummi bilang ke abii kalo kakak mau abii cepet pulang kesini”
(niatnya mau ajak afkar telepon bukan maksud ummi bohong ya)
Afkar : “abii mau pulang mi? abii mana bi? abii ada disini mi?”
(mulai antusias bgt denger abiinya mau pulang tp ternyata da emang gak pulang abiinya, yang lagi kangen banget abiinya)
Ummi : “nanti ummi tanya dulu abiinya ya mau pulang ngak kita telepon abii”
Afkar mau pulang dan keluar rumah dan setelah setengah perjalanan pulang mulai ingat dia gak mau pulang lagi (pedahal tinggal lewat dua rumah lagi udah sampe rumah akinya, duh jadi terpaksa ummi gendong sambil afkar nangis teriak dan kakinya yang gak bisa diam ingin segera untuk turun dari gendongan umminya *meriweuh dipagi hari*), dan sementara ummi harus menunggu afkar sampai nangis dam tantrumnya selesei, dan akinya pun membujuk afkar untuk mandi dan mau ngajak afkar jalan-jalan ke luar rumah sambil sholat jumat, akhirnya afkar mau mandi dan nangisnya pun reda.
Kesimpulan Game Tangtangan 10 Hari Komunikasi Produktif hari ke 9; Mulai lagi afkar tantrum yang tak bisa diatasi, perlu kesabaran dan harus tetap tenang dan jaga intonasi suara ramah. Mungkin karena umminya lagi meriweuh pagi-pagi fokus ahnaf dan afkar jadi mudah marah dan sensitif ke umminya, hari ini lagi cari perhatian umminya banget dan memancing emosi umminya. huft.. semangaaat konsisten dan komitmen komunikasi produktif walaupun anak tantrum.
by. ummiafkar
Asri Dewi Suprianti (Jumat, 10 November 2017)
Game Tangtangan 10 Hari Komunikasi Produktif - Kelas Bunsay Batch#3
Institut Ibu Produktif
Asri Dewi Suprianti (Jumat, 10 November 2017)
Game Tangtangan 10 Hari Komunikasi Produktif - Kelas Bunsay Batch#3
Institut Ibu Produktif
#hari9
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Komentar
Posting Komentar