Abii aku Merindukanmu
Jarak Memisahkan kita, afkar ummi dan ahnaf yang kini tinggal di kota Garut harus berpisah bersama abii (LDM - Long Distance Marriage) dikarenakan Abii afkar yang saat ini sedang melanjutkan jenjang perkuliahan Pascasarjana di Kota Solo, Jawa Tengah. Alhamdulillah Afkar mengerti jika abii tidak bersamanya di setiap waktu, setiap hari bahkan setiap minggu tidak bertemu abiinya sudah terbiasa seiring berjalannya waktu.
Afkar memang sangat dekat dengan abii nya, ketika bersama mereka sangat kompak dan selalu happy setiap harinya, kini hanya video call dan telpon yang bisa mengobati rasa rindu afkar terhadap abii nya. Hari demi hari tak luput dari pertanyaan afkar yang selalu menanyakan kapan abiinya pulang dan kapan afkar bersama ummi dan ahnaf bisa pulang ke solo bertemu dengan abii.
Diawali cerita di hari ini, kebetulan setiap weekend jadwal abiinya afkar pulang tapi dikarenakan abiinya belum bisa pulang ke Garut karena masih sibuk dengan PKL dan menyusun Tesis nya jadi afkar harus bersabar menahan kerinduan bertemu abiinya dan kini afkar hampir setiap hari menanyakan keadaan abiinya, afkar pun selalu bertanya kepada saya;
Afkar : “Mi, kapan sih abii pulang?”
(afkar sangat merindukan abiinya, baru aja di tinggal seminggu udah kangen)
Ummi : “iya kak, nanti abii pulangnya masih lama , kan abii nya masih kuliah”.
(mencoba menjawab sambil kontak mata melihat ke arah afkar, supaya merasa dihargai)
Afkar : “oh jam sepuluh ya mi abii pulangnya?”
Ummi : “abii hari ini gak pulang kak”
Afkar : “oh, Mi, abii gak nelepon-nelepon? telepon abii mi sekarang” *sambil merengek mau nangis*
(udah keukeuh kalo ada kemauan harus hari itu dan jam itu juga)
Nah langsung deh dipraktekan komunikasi produktif pada materi menggunakan kalimat yang menunjukkan empati bukan kalimat mengalihkan perasaan/menolak.
Ummi : “iya kak , kemaren abiinya lagi sibuk gak sempet nelepon.”
(pada saat kemaren hampir 2 hari memang abiinya sibuk banget jadi gak sempat nelepon)
Ummi : “kakak kangen abii ya? ummi sama dede juga kangen abii”
Afkar : “akak kangen abii”.
Afkar : “mi sekarang aja telepon abii, mana hp ummi?”
(tantrum yang bisa terkendali)
Ummi : “kalo sekarang abiinya masih bobo kak, nanti sore ummi coba telepon abii ya.”
(mencoba tetap tenang dan tidak kebawa emosi) *karena kalo weekend ya gitu boboan aja si abii*
Afkar : “oh abii masih bobo mi..mi akak mau ke solo sama ummi sama dede bayi, naik kereta api ya mi”
Ummi : “iya kak , boleh nanti kata abii kalo dede bayi nya udah gedean ya kak.”
Afkar: “mi dede bayi belum gede? kakak udah gede ya?ummi udah gede..abii udah gede”
(haha lucu banget kalo afkar udah nanya gini)
Ummi : “iya kak, dedenya kan masih bayi belum bisa duduk sendiri masih di gendong ummi.”
(jawabnya harus bener-bener dipilih takut salah jawab,hihi)
Kesimpulan Game Tangtangan Hari ke 4 ini : Alhamdulillah hari ini bisa belajar dan menerapkan Komunikasi produktif tiap materi dan poin-poinnya satu persatu dan afkar pun bisa tetap tenang dengan trantum yang terkendali.
by. ummiafkar
Asri Dewi Suprianti (05 November 2017)
Tangtangan 10 Hari Komunikasi Produktif - Kelas Bunda Sayang Batch#3
Institut Ibu Professional
#Hari4
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Komentar
Posting Komentar