Kuwaci Mengalihkan Tantrum ku
Sebelum cerita , saya jelaskan terlebih dahulu tentang Tantrum, “Apa itu Tantrum?” . Temper Tantrum atau Tantrum (Ngambek) ialah Usaha anak untuk mengespresikan suatu kebutuhan atau keinginan yang tidak terpenuhi, jadi apabila keinginan anak tidak terpenuhi, maka hanya bisa mengekspresikannya dengan cara ngambek, menangis, pukul-pukul dan sebagainya. Apabila Afkar tantrum , bisa-bisa dia teriak, nangis kenceng dan sampai pukul-pukul (entah niru siapa afkar begitu akhir-akhir ini).
Cerita di awali pada siang hari ini, ketika tamu keluarga datang berkunjung ke rumah untuk menjenguk Ahnaf. Ketika tamu berpamitan untuk pulang dan sementara afkar dengan keukeuh nya ingin ikut juga, mulailah masa tantrum nya datang Afkar pun menangis dan teriak ingin ikut. next dialogue..
Afkar : “mau ikut..mau ikut”
(menangis sambil teriak)
Ummi : “tuh kak dadah dulu..”
(afkar sambil duduk di pangkuan saya)
*afkar pun masih menangis sambil teriak,setelah para tamu pergi afkar masih saja menangis dan saya mengajak afkar untuk masuk ke rumah ,afkar berjalan sendiri tanpa di gendong dan mengikuti saya di belakang *
Afkar : “ummi mau ikut mi”
(masih merengek dan pukul-pukul ke badan saya)
Ummi : (saya diam dan menunggu sampai afkar tenang dan berhenti menangis)
Afkar : (setelah menangis cukup lama dan berhenti, dia pun terdiam)
*lanjut deh ummi praktekan komunikasi produktif dengan menyampaikan pernyataan observasi bukan interogasi*
Ummi : “kakak tadi pengen ikut ya? ummi aja gak pengen ikut kak.”
(mencoba tetap tenang tanpa emosi, membuat afkar merasa nyaman)
Afkar : “akak mau ikut ke enin”.
Ummi : “iya nanti kita bisa berkunjung ke rumah enin kalo ada abii ya?
Afkar : “mau naik mobil besar”
Ummi : “ummi lebih suka kalo ada tamu lagi kakak gak pengen ikut pulang ya kak,”
*oops keceplosan*
Afkar : “eheuh..akak mau ikut mi”
Ummi : “kita belum pernah kesana kak, diperjalanannya jauh loh kak”
Afkar :”gak jauh da mi rumahnya deket”
(ngomong dengan santainya dan dengan sok taunya itu..hihi)
Ummi : “di bandung kak, perjalannanya jauh seperti mau ke rumah kita yang di tasik”
(saya pun mengambil snack kuwaci dan memakannya)
Afkar : “mi akak mau kuwaci”
(alhamdulillah teralihkan oleh snack kuwaci dan afkar pun lupa keinginannya untuk ikut ).
Ummi : “ini kak , buka sendiri ya kuwacinya”
Afkar : “oke siap bos”
(sambil gerakan hormat)
Kesimpulan Tangtangan 10 Hari komunikasi produktif pada hari ke 6 ialah : Saya harus lebih mengingatkan afkar mana yang baik dan mana yang tidak baik, masih menjadi PR ummi harus mengingatkan lagi bahwa kalo tantrum dan pukul-pukul itu tidak baik (ditakutkan menjadi kebiasaan), Harus tetap tenang tanpa adanya emosi.
by. ummiafkar
Asri Dewi Suprianti (07 November 2017)
Game Tangtangan 10 Hari Komunikasi Produktif - Kelas Bunsay Batch#3
Institut Ibu Profesional
Asri Dewi Suprianti (07 November 2017)
Game Tangtangan 10 Hari Komunikasi Produktif - Kelas Bunsay Batch#3
Institut Ibu Profesional
#hari6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Komentar
Posting Komentar