GAME KELAS BUNDA SAYANG LEVEL 1
IIP KELAS BUNSAY Batch#3
Kamis, 02 November 2017
KOMUNIKASI PRODUKTIF
Bismillahirrahmaanirrahim ,
Assalamuallaikum wr, wb.
Game Level 1 tentang Tangtangan 10 hari Komunikasi Produktif.. Sebelum komunikasi produktif dengan pasangan dan anak, saya harus berbenah menata diri dengan komunikasi diri sendiri terlebih dahulu.. duh rasanya dari materi ini saya belum sepenuhnya bisa mengkomunikasikan diri ke hal yang positif (harus belajar menata diri dan emosi) . Jadi ingat kata Ibu Septi Peny Wulandari di kelas matrikulasi sebelumnya ,bahwa "Membuat BISA itu MUDAH , tapi membuatnya SUKA itu baru TANGTANGAN". Semangaaaat..
Alhamdulillah pada kesempatan game tangtangan 10 hari ini saya bisa Belajar sambil Menerapkan Komunikasi Produktif pada diri sendiri dan kepada anak saya .Saya lebih memilih komunikasi produktif dengan anak saya Afkar (usia 3 tahun 5 bulan) untuk game tangtangan 10 hari ini. Kenapa saya memilih Afkar sebagai tantangan di game level 1 ini? Karena jujur saja saya masih belum bisa efektif dalam berkomunikasi produktif yang baik dan benar dengan afkar (dalam arti, saya masih cuek jika sedang mengobrol dengan afkar hanya menjawab sewajarnya saja tanpa memikirkan perasaan afkar) , dan apalagi sekarang afkar merasa dirinya terabaikan karena umminya (saya) lebih fokus ke adik bayi (ahnaf, usia 3 minggu) yang tadinya kita berdua (saya dan afkar) selalu membuat aktifitas dan kegiatan setiap harinya bersama, sekarang afkar harus rela perhatian dan kasih sayang nya terbagi dua dengan adiknya, walaupun alhamdulillah tanpa rasa cemburu ke adiknya dan afkar sayang adiknya (gak pernah gemas, gak pernah nyubit dan afkar selalu meluk dan cium adiknya), tetapi imbasnya ke umminya yang dia butuhkan perhatian nya adalah umminya (saya sendiri) dengan mencari perhatian lewat tindakan-tindakan yang bahkan saya tidak suka dan memancing emosi (contohnya jadi susah diajak mandi, selalu teriak-teriak kalo sesuatu hal yang dia mau tidak di turuti/tantrum , dan selama sepekan ini afkar jadi pukul-pukul ke ummi abii nya, ateu , kakek dan nenek nya yang mungkin menurut afkar hanya bercanda tetapi ditakutkan nanti jadi kebiasaan). Hari ini saya menerapkan Materi Komunikasi Produktif kepada Anak dengan menerapkan Kaidah 7-38-55 dan Mengendalikan Intonasi Suara dan gunakan suara yang ramah.. let’s go…
Diawali pada Pagi Hari ini yang baru bertemu selama bangun tidur dan kebetulan saya dan afkar tidak tidur bersama karena afkar lebih nyaman tidur bersama ateu nya (karena kalo tidur bareng umminya katanya “de bayi berisik mi” mungkin karena suka nangis tengah malam dede nya). Pertama kali lihat umminya saat bangun tidur langsung bilang begini.
Afkar : “mi mana de bayi mi, masih bobo mi?”
(karena afkar pertama kali bertanya di pagi hari)
Ummi : “iya kak, masih bobo dede nya”
(mencoba berbicara ramah sambil melihat mata afkar)
Afkar : “bangunin mi dedenya, udah pagi”
(udah kangen aja sama adiknya)
Ummi : “dedenya semalem bangun terus kak minta mimi, jadi jam segini masih bobo”
Afkar : “oh, mi akak mau mainan ini”
(sambil pegang buku dan mainan Bambino LUK primary set)
Ummi : “iya boleh, nanti abis makan ya kak”
Afkar : “iya akak mau emam mi lapar”.
(kita makan sambil afkar minta di suapi makan nya, eh lupa umminya malah sambil pegang hp karena pas lagi mau nge chat abii nya afkar, harusnya si ya hp nya disimpen dulu pas bareng anak )
Afkar : “mi akak mau hp ummi, pinjem mi”
Ummi : “nanti ya kak kita makan dulu ya”
(sambil saya umpetin hp nya dibelakang )
Afkar : “mi akak mau hp mi“
(mulai deh tantrum nya sambil pukul-pukul)
Ummi : “nanti ya kak, makannya abisin dulu baru ummi kasih hp, OKe”
(sambil nahan emosi biar gak kepancing mencoba sabar dengan nada intonasi rendah)
nah kebetukan saya buat isyarat sambil memperagakan Oke menggunakan ke lima jari saya yang dibentuk OK dan afkar pun menirunya.
Afkar : “OK mi,, mi akak mau nonton upin ipin lagi ya mi”
(berhenti tantrum ,sambil makan dan lanjut nonton upin ipin lagi) setelah itu pas iklan kartun upin ipin nya saya lanjut berbicara lagi..
Ummi : “kakak sini, lihat ummi sayang”
Afkar : (sambil lihat saya dan duduk disamping saya)
Ummi : “kakak, ini tangan kakak yang kanan sebaiknya digunakan buat menulis dan makan ya sayang”
(suara ramah sambil menunjukan tangan afkar)
Afkar : “ini tangan kanan,ini kaki”
(sambil pegang dan menunjukan tangan kanan dan kakinya)
Ummi : “iya kak, dan ini tangan kiri sebaiknya digunakan seperti c*b*k kalo ee (pup) dan sebagainya”
Afkar : “ini tangan kiri mi”.
Ummi : “nah kalo tangannya dipake buat pukul-pukul kan sakit ke tangan kakaknya ya?,
Afkar : (terdiam)
Ummi : "dan kalo kakak dipukul orang juga sakit kan?”
Afkar : (terdiam)
Ummi : "dan kalo kakak dipukul orang juga sakit kan?”
(sambil intonasi rendah dan ramah)
Afkar : (cuman diam dan kurang memerhatikan karena afkar anak nya gak bisa diam / kinestetik)
Setelah mencoba mempraktekan komunikasi produktif kepada anak saya di hari pertama ini, masyaallah banyak sekali cobaan nya supaya saya tetep sabar, bukan hanya cerita tentang tantrum di pagi hari sambil pukul-pukul tetapi ada saja cobaan nya yang membuat saya harus tetap menahan emosi, mencoba berbicara dengan intonasi rendah, ramah dan senyuman.
Kesimpulan dari Game tangtangan hari ini : bahwa saya harus melatih diri sendiri dan selalu menerapkan berkomunikasi produktif kepada anak saya terlebih dahulu, harus selalu mengingatkan afkar bahwa sebuah pukulan yang dia anggap hanya bercanda itu adalah buruk, dan saya harus selalu meluangkan waktu bersama afkar agar kasih sayangnya terpenuhi. Semangaaat, Konsisten dan Komitmen dalam menjalaninya.. Let it flow…
Wassalam..
by. ummiafkar
Asri Dewi Suprianti (Kamis, 02 November 2017)
#hari1
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Komentar
Posting Komentar