Langsung ke konten utama

NHW#3 (IIP Batch#4)

Kelas Martikulasi batch#4
Institut Ibu Profesional Garut


Asri Dewi Suprianti_NHW#3

Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah

Assalamu’aallaikum wr,wb.
 بسم الله ارحمن ارحيم
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

إِذَا تَزَوَّجَ اْلعَبْد،ُ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ الدِّيْنِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِيْمَا بَقِي

“Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”. HR Ath-Thabrani di kitab Mu’jamul Ausath dan Syaikh Al Albani rahimahullah menghasankannya. Lihat Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 625
   Dari hadist diatas telah dijelaskan, bahwa untuk membangun suatu pondasi peradaban di rumah harus dimulai dengan niat karena Allah SWT, dalam kita mendidik anak kita, membangun keluarga yang harmonis, produktif , sakinnah, mawwadah, warahmah harus diniatkan karena Allah SWT, Bertaqwa kepada Allah, Berakhlaq mulia, Bertawakal maka insyaallah akan membangun suatu visi misi spesifik keluarga kita.
Mengutip Materi Membangun Peradaban di rumah, rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita, Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh. Maka tugas utama kita sebagai “pembangun peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.”

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
  Suami saya bernama Hilmiy Ila Robbihi (31 tahun) dia merupakan sesosok suami, dan abii yang sangat bertanggung jawab,pemimpin yang membanggakan keluarga, bertekad kuat dalam mencari ilmu, agamis, selalu mengingatkan istri dan anaknya ketika salah maupun benar, mempunyai kemauan yang tinggi dalam membangun keluarga yang sesuai syari’at islam, alhamdulillah suami sebelum menikah telah mendapatkan pekerjaan tetap di suatu universitas kesehatan negeri, ini bukanlah suatu kesombongan tersendiri melainkan bisa dilihat dari suatu tekad kuat suami dalam mencari nafkah dan bekerja sangatlah tinggi agar istri dan anaknya bangga terutama ibunya, ayahnya serta keluarganya . Mengutip kata abii afkar (suami) “Bahwa suatu hal bisa kita raih tanpa adanya do’a dari ibu ayah dan keluarga, disamping dukungan do’a istri, dimulai dengan niat lillahi ta’ala, dengan tekad yang bersungguh-sungguh dalam mencari dan membagikan ilmu yang bermanfaat, serta selalu berdo’a dan bersyukur lillahi ta’ala” .
 Sebelum saya membuat surat cinta untuk suami saya, pertama, memulai flashback cerita dimana kita pertama kali bertemu, ta’aruf, khitbah sampai menikah, suka duka sampai kita cekikikan bersama, ketawa-ketawa bareng sampe suami bilang gini “mi,abii kok dulu puitis banget ya? itu dipikir dulu ngak ya kata-katanya” .. saya pun menanggapinya “iyaaa abii dulu so sweet banget, bisa banget buat kata-kata yang bikin meleleh” .alhamdulillah suami saya tipe orang yang humoris apabila saya merasa sedih dia selalu membujuk dan merayu sampai kita tertawa bareng-bareng. Setelah cerita-cerita masa lalu akhirnya sayapun memberanikan diri membuat dan memberikan Surat Cinta untuk suami saya.
Surat cinta untuk abii
   Respon suami setelah baca surat cinta alhamdulillah sambil baca dalam hati *mengangguk* dan saya bilang gimana bi? suamipun langsung *peluk* dan seharian full baik banget, emang pada dasar nya kalo kita setiap hari selalu tak pernah lupa untuk romantis dirumah apalagi kondisi saya lagi hamil full di manjain tiap hari sama suami, kalo surat menyurat gini respon suami dah biasa/gak ada yang aneh soalnya tiap saya keluh kesah atau lagi bete suka nyatet di chat WA ke suami sampe full banyak banget catatannya, bedanya ini surat cinta dan romantis  ..

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
Alhamdulillah Allah SWT telah menganugerahkan seorang anak laki-laki kepada saya dan suami saya, Anak pertama saya bernama Afkar Rafif Al Hafidz (dengan arti Pemikir serta Penghafal Al-Qur’an yang arif bijaksana) , mudah2an nama anak saya menjadi do’a sesuai arti dari penjelasannya,aamiin ya robb. Afkar sekarang menginjak usia 3 tahun . Alhamdulillah Afkar sejak dari mulai usia 1 tahun sampai sekarang ia telah mengerti gerakan sholat, berdo’a, cara berwudhu (walaupun belum semua gerakan wudhu dia hafal).
 Potensi yang afkar miliki alhamdulillah bisa dibilang banyak, dari masa keemasan ini, masa-masa absorbent mind, alhamdulillah wa syukurillah afkar sudah mulai menunjukkan self esteem, mudah menyerap informasi, mudah meniru apa yang dilihat seperti meniru jenis suara yang dia dengar, menari, mengaji huruf hijaiyah dengan dinyanyikan, afkar sudah mulai ingin melakukan hal-hal sendiri (independent) seperti menggambar, painting dan bermain sensori, afkar sudah mulai menunjukan rasa empati kepada kita contohnya “mi, hati-hati ya”, “mi, maaf akak ya”, “mi, peluk akak”, “mi, akak sayang”, “mi,sakit ya”, afkar sudah mulai senang bercerita tentang apa yang dia lihat dan dengar, afkar sudah mulai bertanya disetiap kejadian atau apa yang dia lihat dan apa yang dia belum pahami pasti betanya “mi, apa ini”, “mi,apa itu”.
Afkar merupakan tipe anak yang mudah belajar dan paham (langsung bisa) ketika diberi suatu kegiatan sensory untuk mengasah motorik halus dan kasar, afkar sangat mudah bergaul dengan saudara sepupu nya pedahal jarang banget ketemu, dia merupakan anak yang mudah mengalah ketika seorang anak merebut barang atau berantem dengan afkar, afkar sangat sensitif dengan sesuatu yang bisa menyakiti perasaan nya atau umminya contohnya nangis, masih belajar mengendalikan emosi yg sensitif. Afkar lebih anteng dan asyik apabila main sendiri, bereksplorasi sesuai imajinasi nya (open ended play), sangat senang apabila membantu ummi dalam semua kegiatan dirumah.
Setelah saya amati afkar termasuk kedalam tipe (body smart) kinestetik , afkar sangat aktif dalam berbagai hal, dari dia merupakan anak yang aktif (tidak pernah berhenti untuk diam) selalu ada kegiatan yang menguras energi , seperti bermain,loncat-loncat di kasur, berlari, bermain bola, dan afkar juga masuk tipe (people smart) interpersonal , dari dia mudah bergaul tidak hanya dengan teman sebaya tetapi dengan teman kantor dari suami ataupun tetanggapun dia mudah berbaur. Masih kami asah afkar lebih condong kedalam jenis kecerdasan apa agar terarah sesuai minat dan bakatnya sejak dini.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.
 nama saya Asri Dewi Suprianti (23 tahun) berpikir soal Potensi apa yang saya miliki? sayapun merenung alhamdulillah dari segi dalam menjalankan rumah tangga saya masih bisa menghandle pekerjaan rumah sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga ataupun suami, kemauan yang tinggi untuk belajar dan menuntut ilmu, dalam segi kepribadian pribadi karena saya termasuk tipe orang dengan kepribadian Sanguinis (hangat, setia, ramah, antusias, bersahabat, responsif, berbelaskasihan/penuh kasih sayang, dan banyak bicara) tapi sayapun mempunyai kelemahan yaitu (tidak disiplin, emosi labil, pecemburu, cerewet, ceroboh, egosentris, tidak mudah bergaul tapi kalo udah saling kenal bakalan tau sifat sikapnya bagaimana aslinya kata orang asyik , dan riweuh).
 Sempat nanya suami, “bii..menurut abii potensi ummi apa aja?” suamiku menjawab “banyak” tanpa dia sebutkan satu persatu , ya walaupun suami saya bukan tipe orang yang banyak bicara tapi dari tindakan, perilaku nya menunjukan apa yang dia suka dan apa yang dia tidak suka dari saya dan apapun itu dia pasti paham betul kemauan istrinya. Alhamdulillah sangat bersyukur bisa dihadirkan ditengah-tengah keluarga kecil ini, kami pun merasa senang sedang menunggu anak kita yang kedua terlahir kedunia. Mudah-mudah kita bisa membangun Visi Misi Pernikahan kita, membangun peradaban di rumah. aamiin

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini
 Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa ikut suami saya merantau ke tanah jawa (Jawa Tengah) , saya bisa berada dibelakang suami saya ketika dia menitih pendidikan S2 di kota Solo , saya masih bisa menjadi seorang ibu rumah tangga yang taat kepada suami saya. Walaupun kami tinggal berpindah-pindah tempat dari satu kota ke kota lain. Semenjak tinggal disini dari cara sosialisasi dengan tetangga masih kurang , kita tinggal di kota solo baru menginjak satu tahun tetapi karena kita terus-terusan berpindah rumah kontrakan sampai kita tinggal diperumahan saat ini yang lingkungan sosialnya semua tetangga sangat baik dan membantu, dan tetangga dengan berbeda suku, adat, agama, menjadikan suatu toleransi ikatan dalam bermusyawarah tanpa membeda-bedakan suku dan budaya yang berbeda (satu bulan sekali kegiatan musyawarat RT) , walaupun saya dan suami termasuk orang rumahan tapi saya bersyukur ada hikmah dibalik semua ini jika Allah SWT Berkehendak .
 Alhamdulillah sangat bersyukur Allah SWT telah memberikan saya seorang jodoh, suami dan abii bagi anak saya yang bisa mengayomi, mendidik istri, bertanggung jawab, penuh kasih sayang, terbuka di setiap keadaan dan selalu mengingatkan apabila saya berbuat benar dan salah, alhamdulillah saya masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menjadi seorang istri dan ummi bagi anak saya untuk membangun pondasi rumah tangga lebih baik dengan adanya dukungan dari suami saya untuk mendidik dan merawat anak saya sesuai syariat islam, .
  Inilah Visi Misi peran keluarga spesifik kita, bukan seberapa banyak harta, kedudukan/jabatan tinggi, melainkan yang kita miliki ini sudahlah cukup dengan berkeyakinan , tekad kuat, niat dan usaha (konsisten dan komitmen dalam menjalankan rumah tangga yang harmonis, produktif, sakinnah mawwadah warahmah dan dalam mendidik anak yang sholeh/sholehah serta sesuai kehendak illahi , dan juga Menegakkan kepada suatu hak dan bathil) dan seberapa besar kita bersungguh-sungguh dalam menjalani visi misi hidup kita (membangun peradaban di dalam rumah) sesuai syari’at islam dan kehendak Allah SWT. Karena dibalik ini semua pasti ada hikmahnya.
catatan kutipan materi :
Peran Spesifik Membangun Peradaban di dalam Rumah ini membuktikan bahwa antara pekerjaan, berkarya dan mendidik anak, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan.

Salam Ibu Profesional

Asri Dewi Suprianti_NHW#3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Day 7, Game Bunsay Level 9

Kreatifnya Afkar saat Mengajak Ahnaf Bermain Ketika saya sedang sibuknya merapihkan barang untuk pindahan rumah dan Afkar menemani Ahnaf bermain (alhamdulillah afkar mau banget mengajak dan mengaauh ahnaf) , disaat afkar bermain bersama ahnaf, ada sebuah container kosong dan ia letakan bola-bola dari plastik berukuran kecil yang berwarna warni, juga dia letakan mainan nya. Setelah itu Afkar meminta saya untuk meletakan ahnaf didalam sebuah container dan ahnaf pun hanya diam didalam sambil memainkan bola-bola. Posisi ahnaf didalam container hanya diam dan Afkar dengan uniknya dia mau mendorong ahnaf secara perlahan sambil keliling setiap ruangan, masyaAllah mereka pun dengan Asyik dan senangnya sambil ketawa-ketawa. Kreatifnya Afkar bukan hanya mau mendorong container berisi ahnaf dan mainan tetapi di saat lantai ubin dengan jarak yang berbeda (tinggi sebelah) afkar  berinisiatif juga bisa mengangkat container dan menarik nya (masyaAllah tanpa meminta bantuan saya atau abi...

Day 9, Game Bunsay Level 9

Natural Play with insect Natural play merupakan kegiatan melatih sensori sambil bermain dengan media natur pick seperti tumbuh tumbuhan yang dikeringkan. Natur pick disini ialah pemberian dari temannya afkar, alhamdulillah kami diberi rezeki mainan natur pick yang berbentuk tumbuh-tumbuhan yang sudah kering dan diawetkan, seperti bunga pinus, rumput berwarna, biji-bijian, durian kecil berwarna, batang berwarna, dan biji bunga. Sebelum membuat kegiatan natural play, afkar menyiapkan bahan dan mainannya terlebih dahulu, setelah itu ditata deh letak hewan dan serangganya, mainan hewannya ada serangga seperti belalang, semut, kumbang, dan mainan hewannya seperti rusa, kuda zebra, kancil, serigala, macan, dan yang lainnya. Alhamdulillah selesai juga dan Afkar pun bermain dan bereksplorasi sepuasnya sesuai imajinasinya. #tantangan10hari #level9 #kuliahbunsayiip #thinkcrative

Day 2, Game Kelas Bunsay Level 2

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK AKU BISA MAKAN SENDIRI     Alhamdulillah masuk hari ke dua di game tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak. Hari ini masih seputar tentang Afkar Belajar Makan Sendiri, karena afkar belum terbiasa makan sendiri dan maunya makan di suapi umminya, afkar termasuk anak yang kalo makan sendiri pasti gak habis dan gak benar kalo makan ,maunya memilih menu makanan yang dia suka dan sementara nasinya hanya dimakan sedikit, berbeda dengan afkar jika disuapi saya pasti deh habis makannya dan mau makan menu apa juga pasti suka dan habis. Jadi tantangan terbesar ummi nya kan.    Makan apa afkar hari ini? saya coba memilih menu favorit afkar hari ini, yaitu Kupat Tahu, ya kupat tahu merupakan makanan favorit afkar tanpa protes dan menolak untuk tidak makan. Alhamdulillah hari ini sukses tanpa perlu adanya drama afkar menolak makan ataupun tanpa ingin disuapi saya, aalhamduillah mulai mau mandiri untuk makan sendiri. Mudah-mudaha...