Langsung ke konten utama

NHW#1 (IIP Batch#4)

Kelas Martikulasi IIP Batch#4 - Institut Ibu Profesional Garut

Asri Dewi Suprianti_NHW#1 (IIP Garut)

ADAB MENUNTUT ILMU

Assalamu'aalaikum wr.wb .
  Alhamdulillah wa syukurillah masih bisa diberi kesempatan untuk masuk Institut Ibu Profesional (IIP) dan juga belajar di kelas martikulasi ibu profesional ini. Pertama kali tahu Institut Ibu Profesional dari instagram, banyak teman-teman yang mengikuti kelas martikulasi ini, sempat di coba ngak ya, maju mundur ikutan ngak nya, sampai suatu ketika saya penasaran apa sih institut ibu profesional itu? manfaatnya buat kita apa? supaya penasaran terobati akhirnya searching deh tuh d alamat web ny Institit Ibu Profesional, dan lihat review dari teman-teman sempat tanya-tanya juga gimana ada timbal balik ny buat kita apa? menjadi seorang ibu tidak lah cukup, masih membutuhkan sebuah materi dan ilmu-ilmu ny dalam rumah tangga, mendidik anak, mengatur keluarga dan masih banyak lagi. Intinya saya masih harus mendalami sebuah ilmu parenting. Akhirnya sayapun bisa memperbaiki diri mengikuti kelas martikulasi institut ibu profesional batch #4 , ya walaupun harus bujuk suami sampai ngobrol-ngobrol baiknya ini kedepannya buat ummi gimana , suamipun setuju asal tidak menganggu jam waktu keluarga.
  Setelah Materi pertama kemarin tentang “Adab Menuntut Ilmu” baca-baca isi materinya oh ini soal tata krama (etika) kita dalam menuntut ilmu ya seperti kesepakatan dari kita dengan si penulis / sumber ilmu itu sendiri , intinya jangan asal copy paste (copas) tanpa sepengatuan dan persetujuan si pemilik sumber ilmu tsb, wah ini saya aja baru ngeuh loh ternyata Adab Mencari ilmu itu banyak banget ada Adab pada diri sendiri, Adab terhadap Guru, dan Adab terhadap sumber ilmu . Oke setelah curhat dan review sedikit materi kemaren nah ini dia ada NHW (Nice Home Work) yang diberikan setiap materi yang telah dibahas dan dikumpulkan tiap minggunya, ya tujuannya buat review materi kemaren, buat kita juga bagaimana kedepannya dalam mengikuti kelas Martikulasi IIP ini. Wow bikin galau pusing kepalang harus nulis apa di NHW#1 ini sempat gak bisa tidur karena ini pertanyaannya soal Kehidupan kita, Tujuan kita, dan Sumbernya pun dari kita sendiri, gak semudah yang dibayangkan karena butuh pemikiran dari keinginan terbesar dalam kehidupan kita. Oke kita lanjut, pertanyaan ny itu apa sih sampe bikin galau? next..

Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Semalaman sempat berpikir dan mencari keinginan dari hati, jurusan ilmu apa yg ingin saya tekuni di universitas kehidupan ini? Setelah gagal dalam cita-cita sendiri, kok gagal sih? ya iya dulu jaman sebelum masuk kuliah sangat ingin menjadi seorang perawat sampai pada akhirnya saya kuliah di jurusan Perawat Gigi (Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya) dan Allah SWT pun berkehendak lain ada suatu rencana dan hikmah dibalik semua itu, mungkin bukan takdirnya saya menjadi perawat gigi walaupun saya kuliah sampai lulus dan wisuda yang pasti mengalami menjadi seorang perawat semasa kuliah dari mulai kegiatan kampus,sampai PKL di rumah sakit dan puskesmas, tapi dibalik itu semua ada hikmah dibalik cita-cita yang kandas ditengah jalan ini, saya pun diberi kepercayaan untuk bisa menikah di usia terbilang muda (19 tahun) dengan seorang dosen saya sendiri dengan satu kampus yang sama satu jurusan pun (kaya cerita di sinetron) ..hihi , inilah yang menjadi faktor utama saya tidak bisa melanjutkan cita-cita saya menjadi seorang perawat gigi, Suami melarang saya untuk menjadi seorang perawat gigi karena menjadi ibu rumah tangga pun sudah cukup untuk merawat seorang anak dan suami. Pada dasarnya suami saya ingin saya menjadi seorang istri yang sholehah, yang ikhlas ridho menata rumah tangga dan mendidik anak kita, dengan cara saya tidak bekerja pun saya sangat bersyukur karena memiliki suami yang perhatian *dengan cara tidak mengijinkan saya bekerja dan lebih baik tanggung jawab mencari nafkah suami saya* dan hilangpun salah satu beban dalam mencari nafkah, jadi IRT asyik kok banyak belajar soal rumah tangga, dari masak, mendidik anak, ya walaupun masih banyak kurang mendalami ilmu parenting.
 Selanjutnya setelah cita-citapun kandas ditengah jalan (ikhlas demi meraih ridho suami, ridho suami Allah juga Ridho) dan akhirnya Keinginan saya pun berubah dan banyak keinginan hidup yang di raih contohnya saja, pertama: ingin sekali mendalami ilmu agama (keluarga suami semua nya keluaran pondok pesantren , berasa diri paling bodoh karena keluaran madrasah aliyah) masih kurang banyak ilmu-ilmu agama dan akhirnya alhamdulillah sambil belajar dengan mengikuti majelis ilmu syar’i di mesjid mengikuti taklim,  belajar tahsin tahfidz Al-Qur’an yang rutin setiap minggu sekali di rumah mertua ,alhamdulillah masih bisa kesampain dengan belajar bersama suami lebih indah dan nikmatny bisa kita rasakan. kedua: ingin sekali menyalurkan bakat dalam memenggambar dan menulis ya walaupun terbilang belum handal tapi kendala ny kurang support dari suami dan keluarga, bakatpun dipendam sendiri deh dan paling buat kegiatan anakku,gambar-gambar dikit gpp lah gak sampe buat kartun/animasi..hahaha.. ya kalo soal menulis ini ya lumayan lah kalo curhat apa-apa catet di memo walaupun kosakata masih rancu dalam penataan bahasanya,masih perlu belajar lagi ini. ketiga: ingin menjadi seorang ibu montessori , alhamdulillah akhirnya ini kesampaian hampir setahun setengah mendalami ilmu dan mengikuti forum indonesiamontessori.com akhirnya bisa dipraktekkan ke anak sendiri dengan cara homescholling di rumah dengan metode montessori ,alhamdulillah ada respon baik dari suami dan anak. walaupun ada kendala sempat off beberapa bulan dari kegiatan anakku karena mabuk berat *hamil muda (alhamdulillah sedang hamil anak kedua).hihi. keempat : ingin menekuni bisnis, dari jaman SD  mulai belajar berjualan ya senang juga berjualan walaupun keluarga alhamdulillah berkecukupan tp dari kecil sudah belajar mandiri jualan kecil2an (asal suka hobby aja) dan sangat senang berjualan sampai kuliah menekuni bisnis dgn mengambil produk orang lain dan dijual oleh kita sendiri . kalo sekarang gimana? ya itu sambilan lah jualan kecil-kecilan tapi seneng banget ya kalo jualan itu, walaupun belum bisa punya produk sendiri, mudah2an ada waktunya dan Allah SWT berkehendak ..aamiin. kelima: Ini dia yang sangat ingin dipelajari, tujuan hidupku, keinginan terbesar ku, yaitu Ilmu Parenting , jujur saja ilmu saya masih dangkal soal parenting udah pernah baca d jejaring sosial ini itu tapi masih kurang cukup ya, alhamdulillah akhirnya bisa menemukan tujuan hidup ku di kelas martikulasi IIP ini . Sangat berharap bisa mendalami ilmu ini dengan sungguh-sungguh, karena saya masih harus memperbaiki diri kelebih baik, ya kadang kalo anak rewel, jail suka stress gak bisa cara menghadapinya akhirnya cerewet deh tuh marahin anak, aduh gak banget ya (malu) . Mudah-mudahan di kelas Martikulasi IIP batch #4 saya bisa memperbaiki diri kelebih baik dan ilmunya berkah (yang penting action langsung diterapkan di kehidupan kita).

Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
sebagaimana hadist hapalan Mahfudoth (jaman sekolah Madrasah Ibtidaiyah) اَلعِلْمُ اِمَـــامُ اْلعَمَلِ artinya ilmu itu imamnya amal , telah jelas ya ilmu sebagai imam (pemimpin) dari amalan kita dan amal buat orang terdekat kita , ilmu itu tidak akan pernah habis sampai ada pepatah mengatakan “carilah ilmu walaupun ke negeri cina” yaa ilmu itu banyak manfaatnya tergantung kita mendalami ilmu apa dulu, jangan ilmu sesat ya *na’udzubillahhimindzalik . oke belajar tentang ilmu parenting, pertama yang sangat saya ingin adalah menata diri, memperbaiki diri (muhasabah) kelebih baik lagi dalam mendalami ilmu parenting , yang penting harus diawali niat ya, tekad yang kuat dan usaha dan yang paling penting konsisten nya itulah harus benar-benar jangan sampai cuma ingin belajar tapi tidak diterapkan dikehidupan kita (action dan balik lagi kediri kita sendiri), sekarang dijaman modern gini kadang tidak terfokus ke masa tumbuh anak , ya contohnya saya sendiri dan juga suami saya , duh kita tuh masih banget kecanduan gandget (asyik dengan dunia kita sendiri deh tuh kalo udah pegang hp) anak main sendiri, ummi abii nya asyik dengan hp, ya walaupun suamiku masih kuliah (pascasarjana) dan membutuhkan banyak sumber materi buat tugasnya tapi kadang diriku suka gatel tangan ny pengen cek hp liat sosmed.. duh ini ibu yg sangat buruk. Masih sangat ingin belajar, mudah-mudahan sampai akhirnya keinginan terbesar ku terwujud..aamiin.

Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut.
Strategi menuntut ilmu di bidang parenting, yaaa ini saya sedang belajar dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendalami ilmu parenting, dengan mengikuti kelas martikulasi IIP batch #4 , kesempatan tidak datang dua kali, mudah-mudahan saya konsisten dengan ilmu parenting ini, yang menjadi penghambat dalam menuntut ilmu ini dia - gadget (sosmed) lupakan sejenak gadget , drakor (drama korea) ampun deh kalo soal ini ni yang bikin galfok (gagal fokus) sampe dimarahin suami, ortu karena itu dia kebiasaan buruk ku (nonton drama korea).hii.. ya tapi nontonnya pas anak bobo sih , ya diriku masih harus belajar bukan hanya dalam ilmu parenting di IIP saja, dalam buku-buku pun harus dipelajari , kemana diriku pergi? jaman kuliah saya suka banget namanya buku, sekarang mah boro-boro (apalagi da susah ,hambatan ny itu jarang ke perpus, ke gramedia pun jarang ya paling buat beliin anak buku dan paling kitu bacain buku k anak) masih butuh banyak materi dalam mendalami ilmu ya.. Sangat ingin mengikuti seminar parenting, sayang banget selama menikah belum pernah mengikutinya kecuali satu kali ketika saya yang mengisi seminar parenting tentang kesgilut (kesehatan gigi dan mulut) di suatu taman kanak-kanak di Tasikmalaya  itupun di undang untuk mengisi acara nya buat para ibu-ibu dari anak, kalo soal ini hampir sama dengan jaman kuliah dalam penyuluhan kesehatan di puskesmas,TK,SD,SMP,dan posyandu saya ikut berperan dan tentang penyuluhan kesehatan ya (tapi itu dia kekurangan saya di public speaking masih harus diasah dan dipelajari).. Semangaaat deh jangan sampe putus ditengah jalan dalam menuntut ilmu selagi masih muda dan anak masih satu (3thn), jangan sampai kebiasaan buruk yaitu tidak konsisten dengan apa yang kita pelajari, harus buang jauh-jauh kebiasaan ini duh jadi faktor penghambat .hiks hiks

Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
Perubahan  sikap yang harus diperbaiki dalam proses mencari ilmu, Cara terbesar nya : pertama :Muhasabah diri (memperbaiki dan menata diri) ini yang menjadi patokan utama dalam mendalami ilmu yang pasti diawali dengan Niat, tekad, usaha dan konsisten dengan ilmu yang kita peroleh (jangan sampai kebiasaan buruk jadi penghambat, bagaimanapun tergantung apa yang ada dalam diri kita) ,Kedua : Memohon Do’a kepada Allah SWT untuk mempelajari ilmu yang bermanfaat,berkah dan ikhlas (kalo kita gak berdoa ya mau jadi apa materi yang kita peroleh gak bakal berkah yang pasti komitmen selalu dibarengi dengan doa, mengaji, dan sholat tahajud supaya semua keinginan kita bisa terkabul) , ketiga: Bersungguh-sungguh dalam belajar dan haus akan ilmu kembali pada diri kita sendiri , sesuai dengan hadist Man Jadda Wa Jada’ @ barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil keempat : tidak boleh lupa ilmu yang didapat, hindari rasa malu dan jangan sombong dalam menuntut ilmu dan sebisa mungkin mengamalkan ilmu yang kita dapat , Lupa ya ini juga jadi faktor penghambat saya dan menjadi kebiasaan buruk, sampai tak sengaja dari tadi saya mengetik (saya ,diriku, aku,dan ku… salfok lah yang penting aku yang nulis bebas mau apa aja.. tuh kan gak konsisten “maaf pelupa”) harus bener-bener ni Konsisten dan Action. Sombong? apa sih yang disombongkan dalam ilmu yang kita dapat,ini ni yang jadi kesalahan banyak orang,yang ada cuman numpang tenar, gelar, komunitas yang lagi trend..aduuuuh buat apaan sih ya? toh itu ilmunya gak bakal berkah.. tergantung niat kita,kembali kediri dan niat kita.. kalo niat kita dalam menuntut ilmu karena Lillahi ta’alaa (karena Allah SWT) insyaallah berkah ilmunya, ya dengan cara kita praktekkan sendiri mulai dari dikehidupan kita sendiri *Action* dari kita sharing dengan teman-teman, saudara insyaallah ilmu kita tersalurkan, ilmu apa yang kita peroleh dan memanfaatkan ny dengan sebaik-baiknya insyaallah akan menjadi timbal baik buat diri kita sendiri. Mengamalkan ilmu yang kita dapat sebagai “Agent Of Change” prinsip ini ni yang mesti kita pegang sebagai Agen perubahan ke lebih baik, buat kita dan orang lain saling berhubungan. Sebagaimana teori yang selalu saya pegang dari jaman kuliah yaitu Teori HL Blum yang memiliki beberapa faktor, (yaitu Faktor Perilaku/gaya hidup, Faktor Lingkungan (sosial,ekonomi,politik,budaya), Faktor pelayanan kesehatan, Faktor Genetik). Oke biar gak makin panjang lebar ni inget banget kata salah satu dosen saya pernah bilang gini dari terori HL Blum ialah “Faktor Lingkungan Mempengaruhi Perilaku” nah ini ni yang selalu jadi patokan ternyata memang benar faktor lingkungan,keluarga,sosial berpengaruh terhadap perilaku kita sendiri , sebaik-baiknya kita memilih dalam bergaul, mencari teman dalam menuntut ilmu ataupun bersosialisasi, Jika berada di lingkungan baik dampak positif pun mengiringi, begitu pula sebaliknya ya jika dilingkungan buruk (contohnya bergosip,jauh dari agama,dsb) ya kita pun pasti akan terseret kedalamnya tapi sebaik-baiknya bagaimana kita menyikapinya jawabannya ada pada diri kita,istilah bahasa sunda nya “tong kabawa ku sakaba-kaba” ya jangan sampe kebawa kedalam hal buruk yang bersifat negatif, dan dalam menuntut ilmu pun jika dibarengi dengan dukungan dari suami dan keluarga insyaallah ada timbal balik ke yang lain sebagai agen perubahan. Mahfudoth:
اَلعِلْمُ نُوْرٌ وَالجَهْلُ ضَـــارٌّ
(Al Ilmu Nuurun Wal Jahlu Dharrun) artinya: Ilmu itu Cahaya dan Bodoh itu Bahaya . Yaaa Ilmu itu ibarat Cahaya yang akan menerangi kita , menuntun kita menuju keberkahan ilmu, dan ilmu mudah terinternalisasi dalam diri bukan hanya menuntut ilmu karena keangkuhan diri. Semangaaat mencari ilmu sampai akhir hayat, mudah-mudahan ilmu yang kita dapat berkah dan bisa mengamalkan nya..aamiin ..
 Alhamdulillah, Terimakasih . Wassalamu’aalaikum wr.wb.

*Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia*

Salam Ibu Profesional,

Asri Dewi Suprianti_NHW#1 (IIP Garut)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Day 7, Game Bunsay Level 9

Kreatifnya Afkar saat Mengajak Ahnaf Bermain Ketika saya sedang sibuknya merapihkan barang untuk pindahan rumah dan Afkar menemani Ahnaf bermain (alhamdulillah afkar mau banget mengajak dan mengaauh ahnaf) , disaat afkar bermain bersama ahnaf, ada sebuah container kosong dan ia letakan bola-bola dari plastik berukuran kecil yang berwarna warni, juga dia letakan mainan nya. Setelah itu Afkar meminta saya untuk meletakan ahnaf didalam sebuah container dan ahnaf pun hanya diam didalam sambil memainkan bola-bola. Posisi ahnaf didalam container hanya diam dan Afkar dengan uniknya dia mau mendorong ahnaf secara perlahan sambil keliling setiap ruangan, masyaAllah mereka pun dengan Asyik dan senangnya sambil ketawa-ketawa. Kreatifnya Afkar bukan hanya mau mendorong container berisi ahnaf dan mainan tetapi di saat lantai ubin dengan jarak yang berbeda (tinggi sebelah) afkar  berinisiatif juga bisa mengangkat container dan menarik nya (masyaAllah tanpa meminta bantuan saya atau abi...

Day 9, Game Bunsay Level 9

Natural Play with insect Natural play merupakan kegiatan melatih sensori sambil bermain dengan media natur pick seperti tumbuh tumbuhan yang dikeringkan. Natur pick disini ialah pemberian dari temannya afkar, alhamdulillah kami diberi rezeki mainan natur pick yang berbentuk tumbuh-tumbuhan yang sudah kering dan diawetkan, seperti bunga pinus, rumput berwarna, biji-bijian, durian kecil berwarna, batang berwarna, dan biji bunga. Sebelum membuat kegiatan natural play, afkar menyiapkan bahan dan mainannya terlebih dahulu, setelah itu ditata deh letak hewan dan serangganya, mainan hewannya ada serangga seperti belalang, semut, kumbang, dan mainan hewannya seperti rusa, kuda zebra, kancil, serigala, macan, dan yang lainnya. Alhamdulillah selesai juga dan Afkar pun bermain dan bereksplorasi sepuasnya sesuai imajinasinya. #tantangan10hari #level9 #kuliahbunsayiip #thinkcrative

Day 2, Game Kelas Bunsay Level 2

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK AKU BISA MAKAN SENDIRI     Alhamdulillah masuk hari ke dua di game tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian Anak. Hari ini masih seputar tentang Afkar Belajar Makan Sendiri, karena afkar belum terbiasa makan sendiri dan maunya makan di suapi umminya, afkar termasuk anak yang kalo makan sendiri pasti gak habis dan gak benar kalo makan ,maunya memilih menu makanan yang dia suka dan sementara nasinya hanya dimakan sedikit, berbeda dengan afkar jika disuapi saya pasti deh habis makannya dan mau makan menu apa juga pasti suka dan habis. Jadi tantangan terbesar ummi nya kan.    Makan apa afkar hari ini? saya coba memilih menu favorit afkar hari ini, yaitu Kupat Tahu, ya kupat tahu merupakan makanan favorit afkar tanpa protes dan menolak untuk tidak makan. Alhamdulillah hari ini sukses tanpa perlu adanya drama afkar menolak makan ataupun tanpa ingin disuapi saya, aalhamduillah mulai mau mandiri untuk makan sendiri. Mudah-mudaha...