Kecerdasan Finansial sejak usia dini pada Anak part.8
Masih seputar konsep rezeki dan menabung sejak dini, kali ini afkar belajar dan terus menerapkan rasa bersyukur atas nikmat sehat, diberi kesempurnaan serta rezeki yang halalal thoyyiban.
Berbicara soal uang, afkar tidak terobsesi dengan uang (ya iyalah masih anak kecil mana ngerti) hehe.. Uang 500 perak pun gak pernah minta coba, setiap hari gak pernah minta uang jajan, apalagi buat dirinya sendiri pun afkar gak butuh uang, malah uang THR yang waktu lebaran itu ummi simpan di amplop dan afkar gak minta atau pun buat jajan pun engak.
Alhamdulillah afkar gak pernah boros, gak suka jajan, gak suka ngeberhentiin tukang dagang (meugat kata orang sunda mah) iya lah gak pernah sama sekali, kecuali kalo ada temennya atau sepupunya yang delalu ngeberhentiin tukang jajan baru ikut-ikutan, bahkan makanan nya pun yang gak pernah afkar suka (contohnya siomay, afkar gak suka bumbu siomay).
Kali ini ummi inisiatif menanyakan afkar, apakah afkar ingin makan kupat tahu? dan kita harus menunggu si mamang tukang kupat tahu yang lewat, kami pun mengeluarkan uang 5000 dan si mamang pun lewat. Proses transaksi jual beli pun afkar baru tahu kalo jika ingin sesuatu harus memerlukan uang dan ada bayaran, gak gratis gitu. Ya soalnya ummi ambil pelajaran dari dulu semenjak ada tukang es krim lewat trus afkar lagi main sama temennya, eh afkar bukannya pulang buat minta uang jajan malah ambil aja es krim nya tanpa bayar ke si mang nya ,kan repot.. Belajar lagi ni ummi buat ngajarin transaksi jual beli ke afkar sama nilai nominal uang itu banyak rupanya.
maafkan gak ada foto, memori ny full eung gak bisa upload.
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Masih seputar konsep rezeki dan menabung sejak dini, kali ini afkar belajar dan terus menerapkan rasa bersyukur atas nikmat sehat, diberi kesempurnaan serta rezeki yang halalal thoyyiban.
Berbicara soal uang, afkar tidak terobsesi dengan uang (ya iyalah masih anak kecil mana ngerti) hehe.. Uang 500 perak pun gak pernah minta coba, setiap hari gak pernah minta uang jajan, apalagi buat dirinya sendiri pun afkar gak butuh uang, malah uang THR yang waktu lebaran itu ummi simpan di amplop dan afkar gak minta atau pun buat jajan pun engak.
Alhamdulillah afkar gak pernah boros, gak suka jajan, gak suka ngeberhentiin tukang dagang (meugat kata orang sunda mah) iya lah gak pernah sama sekali, kecuali kalo ada temennya atau sepupunya yang delalu ngeberhentiin tukang jajan baru ikut-ikutan, bahkan makanan nya pun yang gak pernah afkar suka (contohnya siomay, afkar gak suka bumbu siomay).
Kali ini ummi inisiatif menanyakan afkar, apakah afkar ingin makan kupat tahu? dan kita harus menunggu si mamang tukang kupat tahu yang lewat, kami pun mengeluarkan uang 5000 dan si mamang pun lewat. Proses transaksi jual beli pun afkar baru tahu kalo jika ingin sesuatu harus memerlukan uang dan ada bayaran, gak gratis gitu. Ya soalnya ummi ambil pelajaran dari dulu semenjak ada tukang es krim lewat trus afkar lagi main sama temennya, eh afkar bukannya pulang buat minta uang jajan malah ambil aja es krim nya tanpa bayar ke si mang nya ,kan repot.. Belajar lagi ni ummi buat ngajarin transaksi jual beli ke afkar sama nilai nominal uang itu banyak rupanya.
maafkan gak ada foto, memori ny full eung gak bisa upload.
#tantangan10hari
#level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Komentar
Posting Komentar